البحث

عبارات مقترحة:

المعطي

كلمة (المعطي) في اللغة اسم فاعل من الإعطاء، الذي ينوّل غيره...

الأعلى

كلمة (الأعلى) اسمُ تفضيل من العُلُوِّ، وهو الارتفاع، وهو اسمٌ من...

المجيد

كلمة (المجيد) في اللغة صيغة مبالغة من المجد، ومعناه لغةً: كرم...

Kufur penolakan dan kesombongan
(كُفْرُ الإِبَاءِ وَالاسْتِكْبَارِ)


من موسوعة المصطلحات الإسلامية

المعنى الاصطلاحي

Meninggalkan kebenaran dengan penolakan, di mana ia tidak ingin mempelajari kebenaran tersebut dan tidak mau mengamalkannya, baik kebenaran tersebut berupa ucapan, perbuatan ataupun keyakinan.

الشرح المختصر

Kufr al-Ibā` wa al-Istikbār adalah salah satu macam kufur terbesar. Sebab, iman adalah ucapan, perbuatan dan niat. Sedangkan agama itu mencakup berita-berita dan perintah-perintah. Maka hati membenarkan berita-beritanya dengan sesungguhnya, tunduk dan berserah diri pada perintah-perintahnya. Seorang hamba tidak bisa menjadi mukmin kecuali dengan menyatukan dua hal; yaitu membenarkan berita-berita dan tunduk kepada perintah-perintah. Ketika ia meninggalkan kepatuhan, maka ia sombong meskipun ia membenarkan dengan hatinya, sebagaimana kekufuran iblis, Fir'aun, dan orang-orang Yahudi. Mereka mengetahui kebenaran, tetapi mereka tidak tunduk kepadanya. Maka siapapun yang berpaling dari apa yang dibawa oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan ucapan, seperti mengatakan, "Aku tidak ingin mengikutinya" atau dengan perbuatan, seperti orang yang berpaling dan lari dari mendengarkan kebenaran yang dibawa rasul atau meletakkan jari-jarinya di kedua telinganya hingga dia tidak mendengar, atau ia mendengarnya tetapi dia berpaling dengan hatinya dari beriman kepadanya, maka dia telah kufur dengan kekufuran penolakan dan kesombongan.